h1

Obituary: Betsy

Juni 24, 2009
Foto terakhir Betsy

Foto terakhir Betsy

Pembaca mungkin belum tahu bahwa tanggal 1 Juni yang lalu gua mulai melihara ular, karena gua emang belum sempat nulis di blog ini. Di Facebook sih ada, tapi di sini nggak ada linknya. Ularnya jenis garter, dan walaupun belum sempat dipastiin jenis kelaminnya, pacar minta dia dikasih nama Betsy.

Nah, semalam (23 Juni) waktu pulang ke kost, gua nemuin dia udah tergolek di kolam di kandangnya dengan kepala di bawah air. Waktu dipegang dia nggak ada reaksi, udah kaya tali aja. Ternyata udah mati… Gua nggak yakin apa penyebabnya, tapi hari sebelumnya (22 Juni) dia udah keliatan agak-agak stres gitu. Mungkin karena gua seminggu sebelumnya mesti ninggalin Bandung, terus dia gua titipin ke adik gua di kandang yang kecil.

Akhirnya setelah berkabung sebentar, dia gua kubur di antara pohon-pohon di depan rumah kost.

Betsy itu jinak banget, dan mau dipegang sama siapa aja yang berani megang.Kalau dipegang dia biasanya tenang aja, meliuk di antara jari-jari tangan sambil julur-julur lidah (yang ternyata fungsinya buat menangkap partikel bau di udara), kadang-kadang berlanjut ke lengan. Mukanya juga lucu, tanpa ekspresi seperti layaknya reptil tapi nggak galak. Kalau lagi nggak enak pikiran, pasti megang-megang dia bikin jadi lebih tenang. Pacar gua aja, yang tadinya takut banget sama ular, jadi suka sama dia, sampai berani megang-megang. Makanya dia juga sedih banget waktu gua kasih tahu Betsy udah mati, karena berkat Betsy ketakutannya terhadap ular jauh berkurang.

Farewell Betsy…
Although our time together was much too short,
I’m happy that I ever had you,
my very first pet reptile…

Dan mengutip Jenderal George S. Patton,

“It is foolish and wrong to mourn the men snake who died. Rather, we should thank God that such men a snake lived.”

h1

Asyik sendiri=Demam?

Juni 11, 2009

Gua heran deh: kenapa kalau ada orang bersikap aneh-aneh, ngomong sendiri, ketawa-ketawa sendiri, orang lain ngiranya dia lagi demam, terus dicoba pegang dahinya gitu?

Padahal, yang gua lihat selama ini, orang demam itu bawaannya mual, pusing-pusing, lemas, nggak nafsu makan, makan-minum apa aja kerasa pahit, murung, lesu… Nggak ada tuh ketawa-ketawa sendiri, asyik sendiri…

Dari kemarin gua emang agak demam dan rasanya udah kaya sekarat (lebay), makanya gua tiba-tiba pingin nanyain hal itu, hehe…

h1

Don’t be afraid to be childish..

Mei 7, 2009

Critics who treat “adult” as a term of approval, instead of as a merely descriptive term, cannot be adults themselves. To be concerned about being grown up, to admire the grown up because it is grown up, to blush at the suspicion of being childish; these things are the marks of childhood and adolescence….When I was ten, I read fairytales in secret and would have been ashamed if I had been found doing so. Now that I am fifty I read them openly. When I became a man, I put away childish things, including the fear of childishness and the desire to be very grown up.”

C. S. Lewis, On Three Ways of Writing for Children

Jadi justru orang yang suka bilang orang lain childish itu yang childish ya, wahaha..

Lagipula kalau menurut gua sih kedewasaan itu masalah tanggung jawab dan kemampuan sosial, bukan selera bacaan, musik, tontonan, dll… Soal kemampuan sosial ini, ada artikel yang menyatakan bahwa Internet membuat kemampuan itu semakin berkurang zaman sekarang, salah satunya karena Internet mengurangi perlunya toleransi. Baca deh kalau sempat..

h1

Kenangan Manisku

Mei 4, 2009

KENANGAN MANISKU

Entah mengapa, aku merasa hari ini tidak seperti hari-hari biasa. Saat aku masuk ke kelas, teman-teman sudah mulai menatapku aneh. Sepanjang pelajaran mereka terus mencuri-curi pandang, saling berbisik, terutama yang cowok. Saat salah satu dari mereka yang berbadan besar dan berambut gondrong menatapku dengan liar dan tersenyum menyeringai, aku mulai merinding. Ada apa dalam pikiran mereka?

Saat pelajaran berakhir, firasatku terbukti. Tiba-tiba saja sekelompok anak cowok mendatangiku dan memegangi tangan dan kakiku. Si gondrong memegangi kedua kakiku, kulihat napasnya sudah memburu. Yang lainnya berkeliling dan menonton sambil berteriak-teriak liar. Aku berusaha berontak tapi cengkeraman mereka terlalu kuat. Mereka mulai menggerayangi tubuhku, melucuti pakaianku satu persatu, dan merampas barang-barang yang kubawa. Aku terus meronta, tapi hatiku tahu itu sia-sia, aku hanya bisa pasrah…

“Hentikan! Hentikan!” Hanya jeritan yang keluar dari mulutku saat mereka mulai menggoyang tubuhku. Kuakui, aku mulai menyukai perasaan ini, tapi jauh di dalam hatiku aku merasa ini salah. Suatu tindak pemaksaan. Goyangan mereka semakin kuat, sementara rontaanku semakin melemah… Aku tak tahan lagi… Aku merasa melayang… Sekujur tubuhku terasa basah dan lemas… Tapi ada kenikmatan yang belum pernah kurasakan sebelumnya…

Dengan tubuh dan pakaian (yang masih terpasang) basah kuyup, aku pun keluar dari Kolam Indonesia Tenggelam, diiringi tepukan dan nyanyian lagu “Selamat Ulang Tahun”. Mau tak mau aku tersenyum. Inilah ulang tahun pertamaku sebagai mahasiswa.

Hihihi, mikir apa tuh…?

h1

Lagu mengheningkan cipta..

Mei 1, 2009

Barusan gua tiba-tiba kepikir: kok bisa ada lagu “Mengheningkan Cipta” ya? Yang awalnya “Dengar seluruh angkasa raya memuja pahlawan negara…” itu…

Padahal kalau menurut gua sih, harusnya kalau lagi mengheningkan cipta (moment of silence), semuanya ya… hening. Nggak ada yang bersuara. Tujuannya kan emang untuk secara singkat merenung atau berdoa.

Tapi ternyata di negara lain pun ada juga kebiasaan serupa, misalnya membunyikan lonceng, melepas burung merpati atau balon, atau mainin lagu instrumental kaya di sini. Kalau di pertandingan sepak bola di Inggris malah moment of silence diisi sama tepuk tangan semua pendukung tim yang mengheningkan cipta, tapi itu jelas tujuannya biar nggak diganggu pendukung tim lawan.

Kalau menurut pembaca gimana? Apa esensi dari mengheningkan cipta, dan kenapa kadang-kadang malah jadi sama sekali nggak hening?

h1

How a true master fights..

April 6, 2009

A good fight should be like a small play, but played seriously.
A good martial artist does not become tense, but ready.
Not thinking, yet not dreaming. Ready for whatever may come.

OK, sejauh ini wajar..

When the opponent expands, I contract.
When he contracts, I expand.

And when there is an opportunity, I do not hit.

Lho, kok?

(raises right fist)
It hits all by itself.

Bruce Lee in “Enter The Dragon” (1973)

Oh. My. God. Super badass.

h1

Imagine Edward Cullen getting busy with a guy…

Maret 14, 2009

Robert Pattinson Gugup ‘Ngeseks’ Dengan Cowok

Robert Pattinson

Robert Pattinson

Sabtu, 14 Maret 2009 13:40

Kapanlagi.com – Walaupun telah menjadi aktor top yang harus mau beradegan apa saja demi profesionalismenya, namun Robert Pattinson mengaku dia harus berjuang ekstra keras demi melakukan adegan seks dengan sesama lelaki dalam film terbarunya, LITTLE ASHES.

Aktor Inggris yang saat ini sedang berada di Vancouver, Canada, untuk syuting sekuel TWILIGHT, NEW MOON, itu memerankan Salvador Dali, seniman Italia homoseksual di dalam film biografi tersebut.

Dan Pattinson mengaku dirinya merasa amat malu dan gugup saat harus melucuti pakaiannya untuk adegan intim tersebut.

“Bagian terberatnya adalah saat aku harus melakukannya dengan gaya anjing. Bayangkan saja, aku harus melawan semua kegugupanku sementara aku kudu melakukannya dengan gaya anjing,” katanya pada majalah GQ.

“Apalagi setting-nya bukan di tempat tertutup. Banyak elektrisi Spanyol di sekeliling tempatku syuting dan mereka cekikikan sendiri,” tambah Pattinson.

Penasaran dengan adegan Pattinson bercinta dengan cowok? Tunggu saja film LITTLE ASHES dirilis Mei tahun ini.  (ss/npy)

Hihihi… Mungkin biar menjiwai harus belajar dari Samwell nih.. I said what what in the butt

Para penggemar Edward Cullen, ada tanggapan?
(BTW gua lumayan suka Twilight, brutal sih :P )

h1

The F mistakes…

Februari 20, 2009

Pemakaian kata ’secara’ untuk menggantikan ‘berhubung’…

Penggunaan huruf e sebelum r yang nggak perlu, misalnya pada ‘Inggeris’ dan ‘isteri’…

Menulis di sebagai kata depan ketika digunakan untuk menandakan kata kerja pasif (misalnya ‘di makan’…)

Kesalahan-kesalahan di atas belum tuntas ditanggulangi, sekarang ada lagi salah kaprah berbahasa Indonesia yang mulai sering terjadi. Emang sih, gua bukan orang yang biasa atau ingin memakai bahasa baku dalam kehidupan sehari-hari. Lihat aja blog ini. Tapi gua percaya ada saat-saat di mana bahasa Indonesia yang baik dan benar mutlak harus digunakan, dan gua termasuk orang yang terganggu kalau melihat tata bahasa tulisan yang kacau, apalagi di koran atau media massa lainnya.

Di bahasa Indonesia kan ada akhiran -itas atau -asi yang diserap dari akhiran -ity dan -ation dalam bahasa Inggris. Entah kapan dan di mana, tiba-tiba ada yang merasa kalau suatu kata berhuruf terakhir f dikonjugasikan dengan akhiran ini, kata dasarnya nggak perlu diganti jadi berakhiran v. Dan banyak orang mengikuti pemikiran ini.

Jadinya, mulailah orang menulis ‘aktifitas’ bukannya ‘aktivitas’, ‘motifasi’ bukannya ‘motivasi’.

Karena merasa ini aneh, gua pun memeriksa KBBI Daring (dalam jaringan, bahasa Indonesia dari online). Harusnya kan Kamus Besar Bahasa Indonesia jadi acuan utama bahasa Indonesia ya. Hasilnya? Nggak ada tuh kata ‘aktifitas’ ataupun ‘motifasi’. Yang ada tetap ‘aktivitas’ dan ‘motivasi’. Kalau nggak percaya silakan cek sendiri..

Karena itu ingatlah pembaca, ejaan yang benar itu ‘aktivitas’, sesuai kata aslinya ‘activity’, dan ‘motivasi’ seperti ‘motivation’. OK? :-D

h1

Cycling to Lembang.. (1st GTB Tour)

Februari 4, 2009

Hari Minggu tanggal 25 Januari kemarin gua naik sepeda ke Lembang, sama beberapa orang teman dan kenalan baru. Lengkapnya: gua, Aplo, Rangga, Indra, Ramadhan, Idam, Atep, Dani (eh ada yang lupa nggak nih?). Tadinya mau sampai Tangkuban Perahu, tapi karena hari mendung dan fisik nggak sekuat dugaan awal ya sampai Lembang aja, hehehe.. Jadi jalurnya itu:

ITB-Dago Pakar-Lembang-Ayam Brebes (makan siang)-Punclut-ITB.

Janjiannya pagi-pagi, jam 7, tapi (seperti bisa diduga) baru jalan jam 8.30. Jalannya tentunya banyakan nanjak, kadang-kadang bisa didaki pakai sepeda tapi biasanya sepedanya harus didorong. Maklum kurang pengalaman, hehe. Sepanjang jalan banyak ketemu kelompok-kelompok lain yang juga lagi sepedaan, malah ada yang udah 70-an tahun umurnya tapi masih lebih kuat dari kami.

Jam 12an sampai di Lembang, terus makan Ayam Brebes. Waktu baru sampai situ rasanya nggak terlalu lapar, tapi ujung-ujungnya makan 3 piring juga, wahaha.. Soalnya gua kira mau langsung turun lewat Setiabudi, tapi ternyata lewat Punclut, jadi nanjak lagi dikit. Lumayan juga, hampir sakit perut karena baru selesai makan..

Tiap kali mau ada jalan menurun, gua diwanti-wanti sama Aplo biar nggak ngebut, karena takut yang lain ketinggalan terus jadi terpaksa ikutan ngebut juga. Yah di awal-awal sih gua berusaha ngikutin peringatan itu. Tapi apa daya, begitu sampai di jalan antara Lembang dan Punclut (Puncak Ciumbuleuit Utara), gua nggak bisa nahan diri ngeliat turunan yang panjang dan lempeng. Apalagi yang lain ngeliat kaya gitu malah ekstra melambat biar nggak lepas kontrol, hehe…

Emang lumayan serem sih jalannya, turunan curam sekitar 35-40 derajat (estimasi sekilas), berbatu-batu, dan melewati rumah-rumah penduduk yang berarti bisa ada anak kecil atau kucingnya tiba-tiba loncat ke jalan. Untungnya selamat, dan bagian itu jadi saat paling seru sepanjang perjalanan kalau buat gua. YIHUUUU!!!! (penggambaran emosi gua saat itu)

Sayangnya karena gua kepisah sama yang lain, nggak ada yang bisa fotoin. Jadi gua foto sendiri deh sebisanya..

Turunan ke Punclut

Turunan ke Punclut

Jadinya gua sampai di Punclut jauh lebih cepat dari yang lain. Awalnya gua nunggu di sekitar tempat-tempat makan lesehan (yang dekat antena radio), tapi karena lama gua turun lagi duluan, sampai berhenti lagi nunggu di RS AU karena gerimis. Tapi waktu gua SMS Aplo, dia bilang sepeda si Indra rodanya rusak, terus gua disuruh jalan duluan aja. Ya udah deh, gua pulang duluan aja nembus hujan…

Kemungkinan weekend ini bakal sepedaan lagi, sama kelompok yang secara tentatif disebut GTB (Geng Tapi Bukan) ini. Ke mana ya? Tunggu aja kabar selanjutnya!

h1

Drowned in uncertainties..

Januari 22, 2009

Pusing..

Beberapa hari terakhir ini banyak urusan yang nggak kunjung jelas. Pusing gua, jadi nggak bisa bergerak leluasa..

  • Kiriman berkas ke Swedia, nggak jelas alamat tujuan yang dikasih itu alamat kantor atau PO Box. Kalau PO Box nggak bisa pakai EMS PT. Pos. Kata orang kantor pos bukan PO Box, tapi menurut orang yang di Swedia (bukan orang pos) itu PO Box. Yah yang penting udah dikirim, jadi semoga aja keterima dengan baik.. Berkasnya dan guanya juga ;) .
  • Acara keluarga ke luar kota, harga tiketnya beda berdasarkan hari. Jadi mesti nyari hari yang tiketnya nggak mahal. Tadinya mau Senin, hampir dimajuin ke Minggu (padahal gua ada acara di Bandung), terus jadi Selasa…
  • … Padahal sampai sekarang belum ada pengumuman dari Sekolah Pascasarjana ITB, tentang kapan gua mesti ngurus daftar ulang dll. Padahal mulai kuliah tanggal 2 Februari. Bisa aja pas gua di luar kota ada sesuatu yang harus diurus di Bandung.
  • Acara sepedaan ke gunung hari Minggu belum jelas statusnya. Tapi ini nggak terlalu mengganggu soalnya nggak bentrok sama apa-apa…
  • … Kecuali acara ke Kawah Putih sama pacar gua dan teman-temannya. Tadinya mau Sabtu, terus jadi Minggu (jadinya gua mau nggak ikut), terus tiba-tiba jadi Sabtu lagi, dan masih juga mau dikonfirmasi lagi…
  • … Padahal gua udah mau jalan teman gua yang datang dari Jakarta hari Sabtu.
  • Ada yang pesan baligo ke gua, tapi desainnya diminta revisi terus-terusan, padahal waktunya udah mepet. Revisinya kecil-kecil semua lagi. Buat gua sih nggak masalah tinggal geser-geser gambar sama tulisan, tapi ntar telat dicetaknya kan berabe…
  • Udah gitu kerjaan kantor belum beres, padahal minggu depan gua mau keluar kota…
  • Belum juga daftar IELTS dan siapin dokumen-dokumen lain…

Pusing gua.. Pasti ada ya orang yang setiap hari ngalamin kaya gini.. Hf..