Arsip untuk Desember, 2007

h1

What will 2008 bring? What will we bring in 2008?

Desember 31, 2007

Ah, tahun baru… Nggak pernah terasa spesial-spesial amat, tiap tahun gitu-gitu aja, tapi tetap aja sebuah momentum. Dan setiap momentum besar itu saat paling baik untuk memulai sesuatu yang baru. Makanya orang-orang pada bikin resolusi.

Kalau resolusi gua… Lulus dari ITB. Lebih konsisten dalam mengerjakan sesuatu. Bangun pagi dan lebih produktif tiap harinya. Mengurangi malas. Lebih serius merealisasikan apapun yang gua mau buat. Shalat lebih bener.

Tapi yang paling penting, gua mau nyari tahu apa yang seharusnya gua lakukan dalam hidup. Bukan sesuatu yang sekedar tergantung pendidikan, keadaan, minat, apalagi harapan orang lain. Tapi apa yang seharusnya gua lakukan, berdasarkan semua yang telah gua alami dan pelajari selama ini dan di masa yang akan datang. Kalau kata Steve Jobs, how to connect the dots.

Yah, anyway, selamat tahun baru! Semoga tahun 2008 bisa membawa banyak kebaikan bagi kita semua…

BTW ini foto gua lagi main kembang api. Sayang angle kameranya agak kurang pas…

Wussh!

h1

Senayan dan Lego City

Desember 30, 2007

Kemarin, hari Sabtu, gua jalan-jalan ke daerah Senayan. Awalnya mau nonton tim marching band ITB main di GPMB, tapi begitu gua sampai ternyata pas mereka selesai tampil. Sialan. Jadi gua nonton beberapa tim setelah mereka, bareng teman gua Nenda sama Astari, dan di sana ternyata juga ketemu beberapa anak ITB yang khusus datang dari Bandung naik bus, ckckck… Abis itu gua ke Plaza Senayan tapi cuma sebentar, soalnya malamnya mau jalan sama keluarga.

Pertempuran Star Wars lintas masa! Pulang dari PS, gua mampir sebentar ke Senayan City, soalnya di sana ada acara Lego City. Waktu kecil gua emang suka main Lego, sampai sekarang juga sih, Lego-nya aja yang nggak ada, haha… Mana yang Bionicle mahal banget lagi.

Lego City-nya lumayan baguslah, kaya kota beneran gitu. Males nyeritainnya, jadi lihat aja nih foto-foto dari kamera Sony Ericsson K700i gua…

Lego City Lego City Airport

h1

Overcoming Procrastination…

Desember 28, 2007

pro·cras·ti·nate (prō-krās’tə-nāt’, prə-) Pronunciation Key
v. pro·cras·ti·nat·ed, pro·cras·ti·nat·ing, pro·cras·ti·nates

v. intr.
To put off doing something, especially out of habitual carelessness or laziness.

v. tr.
To postpone or delay needlessly.

Procrastination. Menunda-nunda.

Sepertinya ini masalah yang dihadapi banyak banget orang. Dibahas di situs pengembangan diri, blog, sampai status YM pun sering berisi “procrastinating” atau semacamnya. Penyebabnya juga macam-macam, mulai dari males menghadapi beban berat, menganggap enteng, banyak pikiran, banyak kerjaan, gabungan semua itu, dan lain-lain. Dan kalau udah berlarut-larut akibatnya cukup berat. Bisa stress, depresi, merasa diri payah, nggak berguna, hidup terasa stagnan, dll., dll.

Read the rest of this entry ?

h1

Pango!

Desember 18, 2007

Waktu gua SD dulu, seorang teman gua bernama Taurino (yang kebetulan dari TK sampai kuliah satu tempat terus, ckckck) cerita dengan berapi-api tentang game yang dia temuin. Kata-katanya kira-kira begini:

“… namanya Pango, gamenya jelek banget! Nendang-nendangin batu bata gitu! Terus musuhnya namanya Bongo, cuma muter-muter… Parah banget…” dst, dst.

Nah, jelas gua tertarik dong, hehe… Sejak saat itu gua jadi suka gambar-gambar Pango dan musuhnya yang bernama Bongo. Pango wujudnya kaya Pac-Man berkaki, sementara Bongo kaya Pac-Man bertangan. Gua juga menggambar mereka dalam bentuk parodi tokoh-tokoh komik terkenal, misalnya Superpango (Superman), Pangosher (Punisher), Pangokaca (Gatotkaca kita sendiri, hehe), Lex Bongo (Lex Luthor), dan banyak lagi, sampai setengah buku tulis gua penuhin.

Teman-teman gua juga mulai manggil gua Pango, dan gua sendiri juga nulis nama gua Arya “Pango” bahkan di kertas ulangan, sampai-sampai guru gua sempat ngancam ngurangin nilai kalau masih nulis nama kaya gitu. Sampai sekarang kalau ketemu teman-teman SD sama SMP masih banyak yang suka manggil gua Pango. Ah, kenangan masa muda… Hehe.

Nah, tapi ada yang cukup disayangkan: gua waktu itu nggak pernah main game Pango itu sendiri, soalnya Rino udah nggak punya. Saking jeleknya dihapus sama dia, katanya.

Pango screenshot

Baru-baru ini, lebih dari 10 tahun kemudian, gua iseng-iseng liat koleksi game kuno, alias abandonware, punya temen lab gua. Tiba-tiba gua kepikir, “Jangan-jangan ada Pango?” Ternyata dia nggak punya, tapi dengan mudah gua search di Google dan ketemulah game dari masa kecil gua itu.

Ternyata Pango agak beda dari bayangan gua. Seperti terlihat dari screenshot di atas, ternyata warna hijaunya terang (dalam hexadecimal, #00FF00), bukan hijau daun, dan kaki dan matanya kuning. Sementara nama musuhnya bukan Bongo, dan warnanya kuning, bukan biru. Tapi permainannya sama, nendang-nendangin batu bata. Nah, kalau di gambar-gambar masa kecil gua, batu batanya diisi energi gitu, jadi bisa meledak, hehe.

Yah, seneng juga sih bisa ketemu lagi sama kenangan masa kecil. Sayang, entah karena komputer zaman sekarang udah jauh terlalu cepat buat ngejalanin Pango (padahal udah pakai DOSBox), atau jari gua aja yang masih kaku, gua belum bisa jauh mainin gamenya…

Mau coba? Download aja di sini. (hampir) Legal kok, kan abandonware.