Arsip untuk Juni, 2008

h1

Dua hari setelah lulus..

Juni 28, 2008

Lho, emang kapan gua lulus? Ya seperti judul di atas, dua hari yang lalu, hehe.. Harusnya peristiwa monumental kaya gitu langsung dipost ke blog ya, tapi sayangnya sejak dinyatakan lulus belum ada kesempatan, soalnya:

abis sidang gua langsung pergi makan sama adik dan orang tua gua, tidur, malamnya ke lab lagi tanpa mood nulis, besoknya berusaha merevisi laporan Tugas Akhir tapi masih belum ada mood (baik untuk ngerevisi ataupun nulis blog, hehe), malamnya ke tempat adik gua dengan kepala pusing berat buat masangin LAN card (jelas nggak ada keinginan ngeblog), balik ke kost, tidur, paginya nonton Black Lagoon sampai tamat, baca novel sambil makan McD delivery, tidur, baca novel lagi malamnya sambil ngabisin Pizza Hut satu loyang (buset, lapar amat gua)..

Jadinya baru sekarang nulis blog, sebelum tidur (lagi), dari HP pula..

Yah intinya ternyata badan gua mau istirahat dulu abis sidang.. Gua juga heran kenapa capek banget, padahal orang-orang di lab kelihatannya kerjanya lebih berat dari gua. Emang dasarnya malas kali ya, huhu..

h1

Penghargaan buruk dan kekerasan psikis? Idih..

Juni 21, 2008

Adakah di antara teman2 sekalian yang senantiasa menjadi langganan nilai C dalam mata kuliahnya? Zaman sekarang sudah banyak diketahui bahwa karena mendapat nilai C untuk S1, bisa berdampak sulitnya mencari pekerjaan setelah lulus karena IPKnya kurang dari 3.
Pada sejumlah kasus nilai C yang didapatkan adalah karena suatu nasib sial atau hal lain yang disebabkan oleh karena kurang transparan, kurang terkomunikasi bahkan kurang konsistennya sistem penilaian mata kuliah yang bersangkutan. Sehingga semestinya nilai C yang didapatkan mahasiswa logisnya dapat dicegah dengan berbagai metoda baik dengan optimalisasi komunikasi dosen mahasiswa maupun pemberian kesempatan ujian perbaikan bagi yang betul2 serius dan sungguh2 memperoleh prestasi yang baik. Karena pada dasarnya nilai buruk yang didapat adalah akibat kurangnya pemahaman dan kemampuan memahami persoalan.
Namun pada kenyataannya semua dosen ITB hampir selalu tidak mempedulikan hal ini,mereka jauh lebih senang membiarkan dan melihat mahasiswanya hidup dalam keterpurukan,kesengsaraan dan kesialan yang mendalam, apapun alasannya. Kalaupun dosen memberikan kesempatan ujian perbaikan nilai yang akan didapat mahasiswa yang mengikutinya maksimal hanya C saja, tidak lebih sama sekali.
Sekarang dapat dilihat bahwa prodi yang sebelumnya bereputasi baik dan toleran terhadap kondisi psikis dan mental mahasiswanya seperti Teknik Fisika pada kenyataannya baru-baru ini mulai mengikuti jejak prodi lain yang menerapkan penghargaan buruk dan kekerasan psikis kepada mahasiswanya dengan tidak memperhatikan mempedulikan dan bersikap acuh tak acuh terhadap nasib akademik para mahasiswanya. Semestinya jika dilakukan metoda yang tepat dan optimal maka mahasiswa yang semula hanya layak dihargai nilai B pun semestinya layak untuk mendapat nilai A dalam setiap mata kuliah yang diambil.
Padahal bukankah penghargaan terhadap pribadi amat berperan dalam pembentukan karakter masa depan seseorang ?
Dan dapat mencegah tidakan perilaku2 kekerasan dan kepribadian menyimpang di kemudian hari. Bukankah itu juga tugas utama ITB beserta segenap prodinya sebagai institusi pendidikan ?

Racauan di atas dikutip dari salah satu forum online internal di kampus ITB. Sengaja gua masukin ke blog ini biar nggak keburu dihapus sama admin..

Huuh, inilah potret kemerosotan mental anak-anak angkatan baru.. Baru rantai karbon (-C-C-C- :-P ) aja udah marah-marah? Nggak tahu ya, banyak yang rantai E tapi nggak marah-marah kaya dia? (curcol :-P ) Dia ini baru nyentuh permukaannya aja udah kaya gini..

Kayanya ini salah satu akibat dari berkurangnya intensitas kaderisasi mahasiswa. Orang-orang di atas sana cuma ngeliat kaderisasi seakan-akan perploncoan aja, kultur negatif yang perlu dihapus.. Padahal ini ITB dan kami terlalu cerdas untuk mengkader hanya dengan maksud menyiksa dan menekankan senioritas! Yang gua liat, sebagian besar mahasiswa ITB juga ngerasain manfaat kaderisasi kok, walaupun baru setelah itu semua berakhir.. Waktu ngejalaninnya emang banyak sebelnya sih, hehe.

Semoga nggak banyak angkatan muda yang kaya gini mentalnya, berharap kemudahan dari dosen, maunya dipeduliin kaya anak TK.. Seorang asisten dosen juga pernah bilang, perbedaan anak ITB dengan kampus lain sebenarnya di semangat juang. Gua nggak mau itu berubah, tentunya kalau ke arah yang jelek (lho, kok kaya Bambang Utoro (pemilik situs bikinduit.com)? :-P )

For God, nation, and alma mater! Liberty!

h1

Final Project Seminar..

Juni 20, 2008

Waktu dan Tempat:
10:00-11:00 26-06-2008
LSS

Judul Tugas Akhir:
Perancangan Abstraksi Physical Layer Untuk Pengujian MAC Layer WiMAX Menggunakan SystemC

Pembimbing:
Dr. Arif Sasongko ST MT (2)

Penguji:
Dr. Ir. Iyas Munawar M.Sc. (3)
Dr. Ir. Aciek Ida Wuryandari MT. (3)
Dr. Waskita Adijarto ST. MT. (2)

(diambil dari dari Sistem Informasi Akademik Program Studi Teknik Elektro)

Bisa tebak yang di atas itu apa? … Betul! Jadwal sidang TA gua!

Seperti bisa dilihat, gua sidang Kamis tanggal 26 Juni, jam 10.00-11.00. Biasanya kalau di Elektro, presentasi 10-15 menit dan tanya-jawab 30 menitan. Abis itu biasanya dinyatakan lulus. Biasanya lho.. Abis itu wisuda tanggal 19 Juli 2008.

Mohon doa pembaca semua! :-D

h1

Post-kapitalisme=Komunisme? Hampir aku jadi gila..

Juni 13, 2008

Atau, jangan-jangan post-capitalism adalah communism?

Kalimat di atas muncul pada salah satu comment di blog Pak Armein Z. R. Langi, peneliti TIK (teknologi informasi dan komunikasi) terkemuka dan salah satu dosen gua (yang kebetulan sama beliau gua berhasil lulus PSD. Makasih Pak! :D )

Begitu ngeliat kalimat itu, otak gua langsung menganalisis tanpa diminta. Kepala gua terasa berat, kaya mau meledak. Seperti ada tekanan dari lonjakan pemikiran yang mau menyembur keluar..

Pokoknya selama sekitar setengah menit, gua hampir kehilangan kewarasan. Hiiy.

Yah, untungnya akhirnya otak gua berhasil menginterpretasi kalimat itu sebelum kewarasan benar-benar hilang. Kesimpulan gua:

Semua ideologi pada dasarnya adalah alat untuk melakukan kontrol sosial. Komunisme menerapkan tangan besi sejak awal, tetapi kita telah lihat bahwa itu nggak sustainable. Kapitalisme pada awalnya memberikan kesempatan yang sama pada semua orang, tetapi setelah terbentuk suatu oligopoli, perlahan-lahan struktur sosial akan berevolusi menjadi tangan besi juga. Bedanya kali ini kekuasaan tangan besi itu lebih sustainable, karena masyarakat masih terbuai dengan kebebasan yang sebenarnya hanya ilusi.

Ngawur? Yah namanya juga analisis penyelamat kewarasan, hehe.. :-P Ada pendapat yang lebih bermutu?

[NB: BTW, artikelnya Pak Armein benar-benar menyentak lho! Ayo dibaca!]

h1

The Utility Who Cried Blackout..

Juni 12, 2008

Suatu hari ada sebuah lembaga berinisial PLN yang sedang setengah mengantuk mengawasi penduduk menggunakan listrik dengan gembira. Untuk menghilangkan bosan, ia menarik napas dalam-dalam dan berteriak, “Pemadaman! Pemadaman! Jam 14 sampai jam 21!”

Penduduk yang mendengarnya bergegas mematikan peralatan listrik dan membackup data agar dapat melanjutkan pekerjaannya di tempat lain. Tetapi ternyata listrik terus menyala, dan si lembaga tertawa puas melihat wajah kesal mereka.

“Jangan teriak-teriak pemadaman, kalau nggak ada pemadaman!” kata penduduk yang kesal sambil menyalakan kembali lampu-lampu dan perangkat listrik mereka.

Beberapa lama kemudian, si lembaga kembali berteriak, “Pemadaman! Pemadaman! Jam 7 sampai jam 14!” Sambil tertawa geli ia menyaksikan penduduk kembali bergegas mematikan peralatan listrik, dan panik menghubungi anggota keluarga dan teman serumah mereka.

Saat menyadari tak ada pemadaman, mereka kembali mengumpat PLN, “Simpan suaramu bila memang ada masalah! JANGAN teriak pemadaman bila ternyata tidak ada!”

Si lembaga hanya tertawa melihat penduduk pergi sambil menggerutu.

Tetapi kemudian terjadi gangguan pada sistem pembangkit listrik, dan listrik harus dipadamkan. Sang lembaga pun berteriak, “Pemadaman! Pemadaman!!”

Tapi kali ini penduduk sudah tidak lagi percaya padanya, dan tetap beraktivitas seperti biasa. Dan mereka pun terkejut saat TV, komputer, PlayStation, dan lampu-lampu mereka padam.

Dengan marah mereka pun mendatangi PLN dan memaki-makinya habis-habisan. Setelah mereka pergi, PLN duduk sambil menangis, “Kan saya sudah bilang akan ada pemadaman! Kenapa mereka tetap marah-marah kepada saya gara-gara kerugian milyaran rupiah dan data TA yang jadi error?”

Seorang sesepuh pun mendatanginya dan duduk di sebelahnya. “Kami akan mencoba mengurangi konsumsi listrik, melihat pasokan yang sudah semakin kritis,” katanya sambil merangkul bahu si lembaga. “Tak ada yang mempercayai seorang pembohong, bahkan saat ia berkata benar!”

[Diadaptasi dari "The Boy Who Cried Wolf" dari koleksi Aesopica]

h1

Suatu pagi di BEC..

Juni 8, 2008

Tiap hari pengaturan eskalator turun dan naik di Bandung Electronic Centre ditukar-tukar. Hal ini bertujuan agar setiap toko mempunyai kesempatan dalam minggu itu untuk dilewati oleh pengunjung yang baru naik, bukan hanya yang mau turun dan pulang dan sudah tidak mau membeli apa-apa. Walaupun hal ini seringkali membuat pengunjung bingung, pusat belanja perangkat elektronik itu tetap tak pernah sepi, sehingga manajemen tidak merasa perlu mengubah hal ini demi kenyamanan pengunjung.

Pagi itu, seperti biasa dua orang teknisi eskalator berada di BEC, untuk segera melakukan tugasnya. Bedanya dengan pagi-pagi lain, kali ini kedua teknisi adalah pegawai baru, yang masih punya “idealisme,” setidaknya menurut versi mereka.

Roy: Oi Sur, hari ini enaknya eskalator yang naik mana, yang turun mana? Kan kalau cuma ditukar dari yang kemarin bisa jadi ketebak sama pengunjung!

Suryo: Kita undi aja! Nih aku punya koin!

Tuing..

Suryo: Yes, gambar! Berarti.. berarti.. Lho berarti apa ya?

Roy: Aduh, gimana sih?! Kita belum tentuin mau eskalator yang kiri atau yang kanan! OK, berarti kalau gambar yang kanan!

Tuing..

Suryo: Gambar, burung garuda!

Roy: Horeee! … Lho, bukannya di sisi satunya gambar juga ya? Wah nggak fair! Tetapin dulu, untuk yang kanan gambarnya garuda! Jadi untuk [eskalator] yang kiri gambarnya kakatua raja! (koin Rp100 -pen.)

Tuing..

Suryo: Tuh, kakatua! Kita ubah eskalator yang kiri!

Roy: Nah, sip sip.. Eh eh, tunggu dulu! Yang kiri itu.. Buat naik atau turun?

Suryo: Hm.. apa ya? Ke atas aja!

Roy: Nggak bisa, nggak bisa! Bisa aja dari awal kamu emang maunya yang kiri ke atas! Ya udah, kita tos lagi! Yang gambarnya muncul kita bikin naik!

Tuing..

Suryo: Tuh, kakatua lagi! Lagian kamu ngeyel melulu.. (mencibir)

Roy: Ya udah, yang penting kan fair.. (mulai berjalan menuju eskalator, tapi berhenti) Eh tunggu dulu Sur.. kalau kita ngehadap ke arah sini, yang kiri yang ini (menunjuk ke kiri), tapi kalau ngehadap sini (berbalik 180 derajat) yang kiri yang ini (menunjuk ke kiri lagi) kan? Kita pakai yang mana dong?

Suryo: AARRGH! (memegangi kepala dengan frustrasi) Kalau gitu kita tetapin semuanya! Kalau keluar gambar KAKATUA, kita bikin eskalator yang KIRI, yang INI (menunjuk eskalator yang kiri kalau dilihat dari sisi depan gedung), gerak ke ATAS! Kalau muncul gambar garuda yang kiri gerak ke bawah!

Tuing…

Akhirnya, eskalator yang kiri dari depan gedung diatur agar bergerak ke atas. Kedua teknisi pun berjalan keluar untuk sarapan.

Suryo: Kalau tiap pagi harus begini ribet juga ya, Roy! Gimana dong solusinya?

Roy: (berpikir keras selama beberapa menit.. kemudian tiba-tiba menjentikkan jari) Ah gini aja! Berarti mulai besok.. Kita undi pakai DADU!

:-P :-P :-P

h1

D&D Alignment..

Juni 8, 2008

Bangun tidur ku terus.. ngeblog. Wahahaha! Dan ngeblognya nggak lain ngikutin kuis online yang dipost sama Nenda, tentang alignment di Dungeons & Dragons (salah satu RPG tabletop paling populer di dunia, terutama di kalangan geek, hehehe).

Dan hasil gua:

Neutral Good

A neutral good character does the best that a good person can do. He is devoted to helping others. He works with kings and magistrates but does not feel beholden to them. The common phrase for neutral good is “true good.” Neutral good is the best alignment you can be because it means doing what is good without bias toward or against order.

excerpted from the Player’s Handbook, Chapter 6

Hehehe..

h1

Ayo pecahkan rekor dunia!

Juni 7, 2008

Suka pakai Mozilla Firefox? Atau, mau pakai Mozilla Firefox? Nah, dalam rangka peluncuran Firefox 3, Mozilla mau nyoba mecahin rekor dunia “download terbanyak dalam 24 jam” versi Guinness, dalam event Firefox 3 Download Day 2008! Tentunya untuk itu butuh dukungan dari kita semua sebagai pengguna Firefox. Hehe.

Download Day

Terus apa saja kelebihan Firefox 3? Ini beberapa di antaranya:

  • New Features

    Firefox 3 sets the innovation bar very high with exciting new features, including one-click bookmarking, the smart location bar and lightning fast performance.

  • Security

    Keeping you and your personal information safe is our top priority. Firefox 3 includes phishing and malware protection, plus our new instant site ID info.

  • Productivity

    With features like built-in spell checking, session restore and full zoom, Firefox 3 makes it possible to work faster and more efficiently on the Web.

  • Customization

    Your taste and needs set you apart from the rest. With Firefox 3 you can choose from over 5,000 add-ons that help you customize your browsing experience.

Jadi, mau dapatin Firefox terbaru sekaligus jadi bagian dari rekor dunia? Silakan klik si rubah lucu di atas..

h1

Mengapa orang ingin jadi pengemudi mobil jenazah?

Juni 3, 2008

OK, gua mau mengajak pembaca untuk berpikir out-of-the-box. Hm, sebenarnya lebih tepat dibilang out of nowhere sih. Wahaha.

Caranya udah ketebaklah ya.. Coba jawab pertanyaan di atas sekreatif mungkin! Perhatiin kata-katanya ingin lho, bukan sekedar menjadi..

Kalau udah, kasih jawabannya di comment ya! Makasih! Hehehe..