
The Machinist dan impian..
Nopember 10, 2008Tadi malam gua akhirnya nonton The Machinist. Film ini keluaran tahun 2004, dibintangi Christian Bale, Jennifer Jason Leigh, sama orang yang awalnya mirip Lawrence Fishburne di The Matrix tapi ternyata bukan. Dan walaupun pemerannya bintang-bintang Hollywood, ternyata film ini produksi Spanyol lho! Viva España! Hehehe.
Cerita film ini tentang seorang machinist (ketebaklah), orang yang kerjaannya membuat bagian atau komponen dari logam menggunakan mesin. Kalau bahasa Indonesia-nya tukang bubut kali ya. Nah, si tukang bubut ini, yang namanya Trevor (Bale), kena insomnia parah sampai nggak bisa tidur selama 1 tahun. 1 TAHUN. Nggak heran mukanya super pucat dan badannya kurus banget, beratnya cuma 50-an kg. Bayangin aja orang yang mukanya si pemeran Batman itu, bule, tinggi, tapi kerempeng kaya korban kelaparan di Afrika. Gara-gara penyakitnya ini, dia jadi sering berhalusinasi dan lama-lama ngerasa semua orang di sekitarnya berkonspirasi buat nyelakain dia, sampai-sampai dia kehilangan pekerjaan, teman, dan pacar. Stres deh pokoknya.
(spoiler) Ternyata, insomnia itu datang karena ada sesuatu yang mengganjal di jiwa Trevor. Jadi setahun sebelumnya, dia nabrak anak kecil yang lagi nyebrang jalan, tapi karena takut masuk penjara, dia kabur. Walaupun dia berhasil ngelupain kejadian itu, ternyata rasa bersalahnya nggak bisa hilang. Akibatnya, dia jadi insomnia parah seperti udah diceritain, dan si anak yang ditabrak itu, ibunya, dan mobil merah yang dia bawa waktu nabrak terus-terusan muncul dalam halusinasinya (Tapi dia tetap nggak ingat bahwa dia nabrak tuh anak. Hebat juga kemampuan melupakannya). Setelah dia akhirnya sadar dan nyerahin diri ke polisi, baru deh dia bisa tidur pulas di sel (yang anehnya serba putih kaya di film-film sci-fi)…
Setelah nonton film ini, gua tiba-tiba jadi mikir. Jangan-jangan selama ini gua juga sering menekan hasrat (positif) gua sendiri? Gua punya cita-cita, tapi belum melakukan langkah yang cukup konkret untuk mencapainya. Gua masih suka nunda-nunda kalau mau melakukan sesuatu. Gua suka ragu untuk maju, lama buat bisa yakin itu yang terbaik buat gua.
Padahal kalau ada yang mengganjal di jiwa, hidup nggak bisa tenang kan? Walaupun (semoga) nggak sampai nggak bisa tidur setahun sih






“most of people regret the things they didn’t do rather than mistakes they did”
)
jadi jangan pernah takut untuk salah, goodluck