
Autotag versus user-friendly library..
November 13, 2008Dulu, tiap kali denger musik digital, gua pakai Winamp. Tapi sejak punya laptop dengan Windows Vista original dan Windows Media Player 11, gua jadi suka pakai WMP. Alasan terkuatnya, karena media library-nya lebih enak dilihat dan bisa narik info album dari database online secara gratis (nggak kaya iTunes yang berbayar), jadi koleksi lagu gua lebih gampang dilengkapin datanya, kaya cover art, pengarang, tahun, dll.
Tapi ternyata Winamp tetap punya kelebihan dibanding WMP. Winamp punya kemampuan smart detection, yang bikin dia bisa nebak informasi suatu file audio dari nama folder sama nama file, kalau file itu nggak punya metadata. Akibatnya database lagu yang hampir semuanya udah bisa dibagi berdasarkan artis, album, dll. kalau di Winamp, jadi berantakan waktu dibuka di WMP, karena WMP cuma bisa nyusun database berdasarkan metadata tapi file-file lagunya ternyata nggak ada metadatanya.
Oh iya, metadata itu “data tentang data.” Dalam hal ini data yang diberi data adalah file audio dan metadatanya disimpan dalam format ID3. Isi metadata misalnya nama artis, judul lagu, judul album, tahun, dll. Metadata pada file citra juga salah satu senjata andalan Roy Suryo dalam analisis foto syur
.
Akhirnya gua gabungin kemampuan dua media player itu. Winamp gua suruh nulis hasil deteksinya jadi metadata di dalam file, sehingga WMP bisa nyusun library dengan lebih rapi. Dan dari library yang rapi itu, WMP pun bisa nyari info tambahan dengan lebih mudah.
Huah, meracau lewat tengah malam..






iTunes ROOOOCKS!
http://melurs.blogspot.com/2008/11/i-still-love-you-eve.html
mrogram agar bisa nyuruhnya gimana?
Numpang lewat ah…
@andhy:
Pake media library aja kok, masukin parameternya bisa manual sih..
klo gw, dengerin musik pake player buatan sendiri
ngeri kk andry…
udah, pindah k media monkey aja…
autotag sama bisa nyari metadata online….WMP sama Winamp kebanting dah