Pemakaian kata ’secara’ untuk menggantikan ‘berhubung’…
Penggunaan huruf e sebelum r yang nggak perlu, misalnya pada ‘Inggeris’ dan ‘isteri’…
Menulis di sebagai kata depan ketika digunakan untuk menandakan kata kerja pasif (misalnya ‘di makan’…)
Kesalahan-kesalahan di atas belum tuntas ditanggulangi, sekarang ada lagi salah kaprah berbahasa Indonesia yang mulai sering terjadi. Emang sih, gua bukan orang yang biasa atau ingin memakai bahasa baku dalam kehidupan sehari-hari. Lihat aja blog ini. Tapi gua percaya ada saat-saat di mana bahasa Indonesia yang baik dan benar mutlak harus digunakan, dan gua termasuk orang yang terganggu kalau melihat tata bahasa tulisan yang kacau, apalagi di koran atau media massa lainnya.
Di bahasa Indonesia kan ada akhiran -itas atau -asi yang diserap dari akhiran -ity dan -ation dalam bahasa Inggris. Entah kapan dan di mana, tiba-tiba ada yang merasa kalau suatu kata berhuruf terakhir f dikonjugasikan dengan akhiran ini, kata dasarnya nggak perlu diganti jadi berakhiran v. Dan banyak orang mengikuti pemikiran ini.
Jadinya, mulailah orang menulis ‘aktifitas’ bukannya ‘aktivitas’, ‘motifasi’ bukannya ‘motivasi’.
Karena merasa ini aneh, gua pun memeriksa KBBI Daring (dalam jaringan, bahasa Indonesia dari online). Harusnya kan Kamus Besar Bahasa Indonesia jadi acuan utama bahasa Indonesia ya. Hasilnya? Nggak ada tuh kata ‘aktifitas’ ataupun ‘motifasi’. Yang ada tetap ‘aktivitas’ dan ‘motivasi’. Kalau nggak percaya silakan cek sendiri..
Karena itu ingatlah pembaca, ejaan yang benar itu ‘aktivitas’, sesuai kata aslinya ‘activity’, dan ‘motivasi’ seperti ‘motivation’. OK?








