Arsip untuk Februari, 2009

h1

The F mistakes…

Februari 20, 2009

Pemakaian kata ’secara’ untuk menggantikan ‘berhubung’…

Penggunaan huruf e sebelum r yang nggak perlu, misalnya pada ‘Inggeris’ dan ‘isteri’…

Menulis di sebagai kata depan ketika digunakan untuk menandakan kata kerja pasif (misalnya ‘di makan’…)

Kesalahan-kesalahan di atas belum tuntas ditanggulangi, sekarang ada lagi salah kaprah berbahasa Indonesia yang mulai sering terjadi. Emang sih, gua bukan orang yang biasa atau ingin memakai bahasa baku dalam kehidupan sehari-hari. Lihat aja blog ini. Tapi gua percaya ada saat-saat di mana bahasa Indonesia yang baik dan benar mutlak harus digunakan, dan gua termasuk orang yang terganggu kalau melihat tata bahasa tulisan yang kacau, apalagi di koran atau media massa lainnya.

Di bahasa Indonesia kan ada akhiran -itas atau -asi yang diserap dari akhiran -ity dan -ation dalam bahasa Inggris. Entah kapan dan di mana, tiba-tiba ada yang merasa kalau suatu kata berhuruf terakhir f dikonjugasikan dengan akhiran ini, kata dasarnya nggak perlu diganti jadi berakhiran v. Dan banyak orang mengikuti pemikiran ini.

Jadinya, mulailah orang menulis ‘aktifitas’ bukannya ‘aktivitas’, ‘motifasi’ bukannya ‘motivasi’.

Karena merasa ini aneh, gua pun memeriksa KBBI Daring (dalam jaringan, bahasa Indonesia dari online). Harusnya kan Kamus Besar Bahasa Indonesia jadi acuan utama bahasa Indonesia ya. Hasilnya? Nggak ada tuh kata ‘aktifitas’ ataupun ‘motifasi’. Yang ada tetap ‘aktivitas’ dan ‘motivasi’. Kalau nggak percaya silakan cek sendiri..

Karena itu ingatlah pembaca, ejaan yang benar itu ‘aktivitas’, sesuai kata aslinya ‘activity’, dan ‘motivasi’ seperti ‘motivation’. OK? :-D

h1

Cycling to Lembang.. (1st GTB Tour)

Februari 4, 2009

Hari Minggu tanggal 25 Januari kemarin gua naik sepeda ke Lembang, sama beberapa orang teman dan kenalan baru. Lengkapnya: gua, Aplo, Rangga, Indra, Ramadhan, Idam, Atep, Dani (eh ada yang lupa nggak nih?). Tadinya mau sampai Tangkuban Perahu, tapi karena hari mendung dan fisik nggak sekuat dugaan awal ya sampai Lembang aja, hehehe.. Jadi jalurnya itu:

ITB-Dago Pakar-Lembang-Ayam Brebes (makan siang)-Punclut-ITB.

Janjiannya pagi-pagi, jam 7, tapi (seperti bisa diduga) baru jalan jam 8.30. Jalannya tentunya banyakan nanjak, kadang-kadang bisa didaki pakai sepeda tapi biasanya sepedanya harus didorong. Maklum kurang pengalaman, hehe. Sepanjang jalan banyak ketemu kelompok-kelompok lain yang juga lagi sepedaan, malah ada yang udah 70-an tahun umurnya tapi masih lebih kuat dari kami.

Jam 12an sampai di Lembang, terus makan Ayam Brebes. Waktu baru sampai situ rasanya nggak terlalu lapar, tapi ujung-ujungnya makan 3 piring juga, wahaha.. Soalnya gua kira mau langsung turun lewat Setiabudi, tapi ternyata lewat Punclut, jadi nanjak lagi dikit. Lumayan juga, hampir sakit perut karena baru selesai makan..

Tiap kali mau ada jalan menurun, gua diwanti-wanti sama Aplo biar nggak ngebut, karena takut yang lain ketinggalan terus jadi terpaksa ikutan ngebut juga. Yah di awal-awal sih gua berusaha ngikutin peringatan itu. Tapi apa daya, begitu sampai di jalan antara Lembang dan Punclut (Puncak Ciumbuleuit Utara), gua nggak bisa nahan diri ngeliat turunan yang panjang dan lempeng. Apalagi yang lain ngeliat kaya gitu malah ekstra melambat biar nggak lepas kontrol, hehe…

Emang lumayan serem sih jalannya, turunan curam sekitar 35-40 derajat (estimasi sekilas), berbatu-batu, dan melewati rumah-rumah penduduk yang berarti bisa ada anak kecil atau kucingnya tiba-tiba loncat ke jalan. Untungnya selamat, dan bagian itu jadi saat paling seru sepanjang perjalanan kalau buat gua. YIHUUUU!!!! (penggambaran emosi gua saat itu)

Sayangnya karena gua kepisah sama yang lain, nggak ada yang bisa fotoin. Jadi gua foto sendiri deh sebisanya..

Turunan ke Punclut

Turunan ke Punclut

Jadinya gua sampai di Punclut jauh lebih cepat dari yang lain. Awalnya gua nunggu di sekitar tempat-tempat makan lesehan (yang dekat antena radio), tapi karena lama gua turun lagi duluan, sampai berhenti lagi nunggu di RS AU karena gerimis. Tapi waktu gua SMS Aplo, dia bilang sepeda si Indra rodanya rusak, terus gua disuruh jalan duluan aja. Ya udah deh, gua pulang duluan aja nembus hujan…

Kemungkinan weekend ini bakal sepedaan lagi, sama kelompok yang secara tentatif disebut GTB (Geng Tapi Bukan) ini. Ke mana ya? Tunggu aja kabar selanjutnya!