Arsip untuk Agustus, 2009

h1

Rockets, realism, rights…

Agustus 30, 2009
AT4, peluncur roket andalan NATO

AT4, peluncur roket andalan NATO saat ini

Mungkin karena kebanyakan main game kaya Grand Theft Auto IV atau Killzone 2, kalau melihat sesuatu yang bikin gua kesel, salah satu fantasi gua adalah meluncurkan roket ke sesuatu itu (waha, kalau Jack Thompson ketemu gua pasti gua dianggap “korban simulator pembunuhan”). Di sini gua cantumin beberapa hal yang perlu diroket.

  • Angkot yang ngetem lebih dari 5 menit. WUUSH… BLAR! 5 menit aja sebenarnya udah kelamaan. Seringkali ini disebabkan oleh…
  • … kenek yg suka nahan-nahan si supir angkot kalau ada orang lewat, padahal si supir angkot udah mau jalan, dan orang lewat itu belum tentu mau naik angkotnya, kadang-kadang justru karena angkotnya ngetem. WUSSSH… BLAR! Yang kaya gini cocoknya pakai hulu ledak napalm biar gosong.
  • Motor yang pake knalpot racing, ngebut, nyelip-nyelip, terus kalau nabrak mobil pasti nyalahin mobilnya walaupun seringan dia sendiri yang salah. Selain bikin jalan jadi nggak aman, yang paling nyebelin adalah BERISIKNYA ITU. Pingin liat berapa lama dia bisa menghindar dari kejaran roket atau rudal pencari panas kaya rudal TOW (Tube-launched, Optically tracked, Wire-guided), wahahahahaha… WUSSSH… BLAR! Kalau naik motornya rame-rame sama gengnya, ini juga enak pakai napalm.

RPG-7, peluncur roket dari Uni Soviet

RPG-7, peluncur roket dari Uni Soviet

  • Mall atau pusat perbelanjaan yang menjamur dan terlalu dekat sama mall lain di Bandung. Contoh yang paling gampang itu yang lagi dibangun di Balubur. Argh, udah ngerusak pemandangan, ganti rugi bermasalah, terlalu dekat sama Pasar Balubur lagi. Mumpung gedungnya belum jadi, lebih gampang buat ngebidik fondasi-fondasinya. WUSSH… BLAR!
  • Mobil yang hobi main klakson terus nyalip-nyalip juga nyebelin. WUSSH… BLAR!

BTW judul post ini diambil dari pakem industri game AS, menurut seorang praktisi di sana. Rockets = banyak ledakannya, realism = serealistik mungkin, rights = dapatkan lisensi dari film, novel, dll. biar pembeli mudah merasa familiar. Menurut dia juga, pakem industri game Jepang itu fun, fantasy (cerita yang fantastis dan mendalam), freedom (desainer bebas berkreasi, membuat game yang aneh-aneh pun boleh).

h1

Mungkinkah…

Agustus 17, 2009

… dalam mimpi orang yang sedang koma, terdapat jawaban atas segala pertanyaan di alam semesta? Tapi langsung hilang begitu dia bangun…

(baru baca tentang kasus euthanasia)

h1

Single-vendor vs Multi-vendor

Agustus 6, 2009

Dalam implementasi keamanan informasi pada jaringan, salah satu pertimbangan yang harus dilakukan adalah menggunakan single-vendor atau multi-vendor. Single-vendor berarti komponen sistem menggunakan produk tertentu dari vendor (merk atau pabrikan) yang sama, misalnya semua router menggunakan merk  Allied Telesyn. Sebaliknya, pada implementasi multi-vendor tiap komponen dapat berasal dari vendor yang berbeda, misalnya server ada yang menggunakan Windows 2000 Server atau FreeBSD. Tentunya, masing-masing bentuk implementasi ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Pada sistem single-vendor, kelebihan yang bisa didapat di antaranya kemudahan dalam implementasi dan konfigurasi, karena produk dari satu vendor biasanya lebih kompatibel antara satu sama lain daripada dengan produk dari vendor lain. Terkadang produk juga mempunyai fitur khusus yang hanya dapat bekerja dengan produk dari vendor yang sama. Selain itu, single-vendor juga memberi kemudahan dalam hal dukungan teknis, karena tim technical support hanya perlu memahami sejumlah produk dari satu vendor, dan pengelolaan sistem seperti software update dapat dilakukan dengan lebih cepat karena seluruh jaringan menggunakan perangkat lunak yang sama.

Sementara, sistem multi-vendor dapat dikatakan lebih fleksibel, karena tiap bagian dari sistem informasi dapat menggunakan produk dari vendor manapun yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Selain itu, sistem multi-vendor dapat mempersulit dalam menembus jaringan karena hacker atau cracker perlu menembus berbagai jenis sistem yang berbeda. Kekurangannya, technical support akan lebih sulit karena tim support harus memahami berbagai jenis sistem, dan kompatibilitas antar sistem belum tentu memuaskan.

Pada akhirnya, pemilihan antara implementasi sistem single-vendor dan multi-vendor tetap bergantung pada kebutuhan dan ketersediaan SDM dan materi. Pada jaringan yang lebih besar, sistem single-vendor bisa jadi lebih disukai karena memudahkan dalam pelatihan dan pengelolaan, terutama bila anggaran yang tersedia mendukung untuk implementasi jenis tersebut. Sementara, pada jaringan yang lebih kecil dan/atau terspesialisasi, misalnya lingkungan penelitian di mana beberapa komputernya harus menggunakan sistem operasi tertentu, implementasi multi-vendor dapat dilakukan, terutama bila sumber daya manusia yang tersedia mendukung diterapkannya sistem tersebut.

(Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah Keamanan Informasi Lanjut. Mengingat keterbatasan ilmu yang dimiliki penulis, tentunya segala kritik, saran, dan koreksi diterima. Tapi pujian diterima juga ;-) )

h1

Lag pada gamepad…

Agustus 6, 2009

Barusan nemu artikel yang lumayan menarik di website majalah Develop, tentang lag di controller game. Emang kadang-kadang kerasa sih, respon terhadap input ke controller game di layar suka telat sepersekian detik, maklum banyak yang mesti diproses, terutama grafik, hehehe.

Sebagai perbandingan, game Street Fighter zaman dulu bisa merespon input dalam 32 (ms), tapi pada sistem current-gen (PS3, XBox 360, Wii), respon terhadap input kita di controller baru muncul di layar setelah 100-150 ms, sekitar 4-5 kali lebih lambat.

Tapi sepertinya game-game zaman sekarang udah disesuaiin sama delay ini, jadi nggak terlalu mengganggu jalannya permainan… Kalau nggak ya semua game jadi nggak bisa dimainin :-P

Artikelnya ada di: Lagging behind the competition | The Develop Blog | Develop.

h1

Satu milyar download Firefox dan koleksi add-on…

Agustus 2, 2009

Beberapa hari yang lalu, Mozilla Foundation mengumumkan bahwa browser Mozilla Firefox udah di-download lebih dari satu milyar kali. Wow. Satu milyar itu banyak lho. Emang sih, bukan berarti yang make Firefox itu satu milyar orang soalnya orang yang cuma download update dihitung juga, tapi ya tetep aja…

Menurut gua sendiri, Firefox sebenarnya bukan browser yang sempurna (ya kesempurnaan sebenarnya cuma milik Yang Maha Kuasa, tapi ngertilah maksudnya gimana :-P ). Soal kecepatan dan keringanan masih bagusan Google Chrome, Opera juga cepat (tapi berat dan sistem save halaman Web-nya kacau), tampilan bagusan Safari, dan Internet Explorer… masih paling banyak dipakai di dunia, waha. Yang bikin gua suka pakai Firefox itu add-on-nya.

Buat yang belum tahu, add-on itu aplikasi kecil bikinan pihak ketiga yang berfungsi menambahkan (add on) fungsionalitas tertentu ke aplikasi induknya, dalam hal ini Firefox. Kemampuan tambahan ini bisa macam-macam, mulai dari otomatis update berita, tampilan kurs valas dan saham, mempermudah download, sampai mengubah tampilan browser secara keseluruhan. Menurut situs add-on Firefox sendiri, jumlah add-on yang tersedia buat Firefox udah mencapai lebih dari 5000 buah.

Nah, dalam rangka menyambut peristiwa satu milyar download Firefox, gua pingin berbagi sama pembaca add-on yang saat ini lagi gua pakai. Kategorinya gua bikin sendiri, jadi belum tentu sama kaya yang ada di situs add-on resminya. Silakan dilihat, dan kalau tertarik silakan klik link-nya atau search di situs add-on untuk download… :-)

Read the rest of this entry ?