Arsip untuk ‘komputer’ Kategori

h1

Struktur e-mail…

September 8, 2009

Untuk tugas kuliah Keamanan Sistem Informasi, kali ini saya akan membongkar struktur header dan isi dari sebuah pesan e-mail.

Bagian awal dari sebuah pesan e-mail disebut dengan header. Bagian ini biasanya disembunyikan oleh aplikasi e-mail yang kita gunakan, kecuali alamat pengirim, alamat penerima, waktu pengiriman, dan subjek. Isi header yang tidak kasatmata antara lain jalur yang dilewati pesan dari komputer pengirim sampai komputer penerima, aplikasi e-mail yang digunakan, message ID, dan nama dan versi aplikasi client dan server yang digunakan.

Return-Path: <pxxxx@s.ixx.ac.id>
X-Original-To: pxxxx@students.ixx.ac.id
Delivered-To: pxxxx@students.ixx.ac.id
Received: from localhost (antivirus.ixx.ac.id [167.205.1.75])
 by students.ixx.ac.id (Postfix) with ESMTP id 19AEC115991;
 Mon,  3 Aug 2009 09:29:19 +0700 (WIT)
X-Virus-Scanned: amavisd-new at ixx.ac.id
Received: from students.ixx.ac.id ([167.205.1.73])
 by localhost (antivirus.ixx.ac.id [167.205.1.75]) (amavisd-new, port 10005)
 with ESMTP id xHECNZ6iZAGM; Mon,  3 Aug 2009 09:28:36 +0700 (WIT)
Received: from [127.0.0.1] (unknown [167.205.2.78])
 by students.ixx.ac.id (Postfix) with ESMTP id 875B31160D3;
 Mon,  3 Aug 2009 09:28:58 +0700 (WIT)
Message-ID: <4A764B56.7000502@s.ixx.ac.id>
Date: Mon, 03 Aug 2009 09:28:38 +0700
From: Eru <pxxxx@s.ixx.ac.id>
User-Agent: Thunderbird 2.0.0.19 (Windows/20081209)
MIME-Version: 1.0
To: pxxxx@s.ixx.ac.id, pxxxxxxxxxx@gmail.com
Subject: Membongkar header e-mail

Baris berikut menyatakan bahwa pesan e-mail merupakan pesan multipart, dalam hal ini terdiri atas teks dan dua attachment. Bila client penerima tidak mendukung penampilan pesan multipart, maka akan muncul pesan ‘”his is a multi-part message in MIME format.” Ditentukan juga serangkaian karakter yang menjadi pembatas tiap part.

Content-Type: multipart/mixed;
 boundary="------------030300090803010409070607"

This is a multi-part message in MIME format.
--------------030300090803010409070607

Berikutnya adalah bagian content e-mail yang berisi teks, terlihat dari Content-Type text/plain yang digunakan.

Content-Type: text/plain; charset=ISO-8859-1; format=flowed
Content-Transfer-Encoding: 7bit

Mari kita bongkar gan!

--------------030300090803010409070607

Read the rest of this entry ?

h1

Single-vendor vs Multi-vendor

Agustus 6, 2009

Dalam implementasi keamanan informasi pada jaringan, salah satu pertimbangan yang harus dilakukan adalah menggunakan single-vendor atau multi-vendor. Single-vendor berarti komponen sistem menggunakan produk tertentu dari vendor (merk atau pabrikan) yang sama, misalnya semua router menggunakan merk  Allied Telesyn. Sebaliknya, pada implementasi multi-vendor tiap komponen dapat berasal dari vendor yang berbeda, misalnya server ada yang menggunakan Windows 2000 Server atau FreeBSD. Tentunya, masing-masing bentuk implementasi ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Pada sistem single-vendor, kelebihan yang bisa didapat di antaranya kemudahan dalam implementasi dan konfigurasi, karena produk dari satu vendor biasanya lebih kompatibel antara satu sama lain daripada dengan produk dari vendor lain. Terkadang produk juga mempunyai fitur khusus yang hanya dapat bekerja dengan produk dari vendor yang sama. Selain itu, single-vendor juga memberi kemudahan dalam hal dukungan teknis, karena tim technical support hanya perlu memahami sejumlah produk dari satu vendor, dan pengelolaan sistem seperti software update dapat dilakukan dengan lebih cepat karena seluruh jaringan menggunakan perangkat lunak yang sama.

Sementara, sistem multi-vendor dapat dikatakan lebih fleksibel, karena tiap bagian dari sistem informasi dapat menggunakan produk dari vendor manapun yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Selain itu, sistem multi-vendor dapat mempersulit dalam menembus jaringan karena hacker atau cracker perlu menembus berbagai jenis sistem yang berbeda. Kekurangannya, technical support akan lebih sulit karena tim support harus memahami berbagai jenis sistem, dan kompatibilitas antar sistem belum tentu memuaskan.

Pada akhirnya, pemilihan antara implementasi sistem single-vendor dan multi-vendor tetap bergantung pada kebutuhan dan ketersediaan SDM dan materi. Pada jaringan yang lebih besar, sistem single-vendor bisa jadi lebih disukai karena memudahkan dalam pelatihan dan pengelolaan, terutama bila anggaran yang tersedia mendukung untuk implementasi jenis tersebut. Sementara, pada jaringan yang lebih kecil dan/atau terspesialisasi, misalnya lingkungan penelitian di mana beberapa komputernya harus menggunakan sistem operasi tertentu, implementasi multi-vendor dapat dilakukan, terutama bila sumber daya manusia yang tersedia mendukung diterapkannya sistem tersebut.

(Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah Keamanan Informasi Lanjut. Mengingat keterbatasan ilmu yang dimiliki penulis, tentunya segala kritik, saran, dan koreksi diterima. Tapi pujian diterima juga ;-) )

h1

Autotag versus user-friendly library..

November 13, 2008

Dulu, tiap kali denger musik digital, gua pakai Winamp. Tapi sejak punya laptop dengan Windows Vista original dan Windows Media Player 11, gua jadi suka pakai WMP. Alasan terkuatnya, karena media library-nya lebih enak dilihat dan bisa narik info album dari database online secara gratis (nggak kaya iTunes yang berbayar), jadi koleksi lagu gua lebih gampang dilengkapin datanya, kaya cover art, pengarang, tahun, dll.

Tapi ternyata Winamp tetap punya kelebihan dibanding WMP. Winamp punya kemampuan smart detection, yang bikin dia bisa nebak informasi suatu file audio dari nama folder sama nama file, kalau file itu nggak punya metadata. Akibatnya database lagu yang hampir semuanya udah bisa dibagi berdasarkan artis, album, dll. kalau di Winamp, jadi berantakan waktu dibuka di WMP, karena WMP cuma bisa nyusun database berdasarkan metadata tapi file-file lagunya ternyata nggak ada metadatanya.

Oh iya, metadata itu “data tentang data.” Dalam hal ini data yang diberi data adalah file audio dan metadatanya disimpan dalam format ID3. Isi metadata misalnya nama artis, judul lagu, judul album, tahun, dll. Metadata pada file citra juga salah satu senjata andalan Roy Suryo dalam analisis foto syur :-P .

Akhirnya gua gabungin kemampuan dua media player itu. Winamp gua suruh nulis hasil deteksinya jadi metadata di dalam file, sehingga WMP bisa nyusun library dengan lebih rapi. Dan dari library yang rapi itu, WMP pun bisa nyari info tambahan dengan lebih mudah.

Huah, meracau lewat tengah malam.. :-P

h1

Ayo pecahkan rekor dunia!

Juni 7, 2008

Suka pakai Mozilla Firefox? Atau, mau pakai Mozilla Firefox? Nah, dalam rangka peluncuran Firefox 3, Mozilla mau nyoba mecahin rekor dunia “download terbanyak dalam 24 jam” versi Guinness, dalam event Firefox 3 Download Day 2008! Tentunya untuk itu butuh dukungan dari kita semua sebagai pengguna Firefox. Hehe.

Download Day

Terus apa saja kelebihan Firefox 3? Ini beberapa di antaranya:

  • New Features

    Firefox 3 sets the innovation bar very high with exciting new features, including one-click bookmarking, the smart location bar and lightning fast performance.

  • Security

    Keeping you and your personal information safe is our top priority. Firefox 3 includes phishing and malware protection, plus our new instant site ID info.

  • Productivity

    With features like built-in spell checking, session restore and full zoom, Firefox 3 makes it possible to work faster and more efficiently on the Web.

  • Customization

    Your taste and needs set you apart from the rest. With Firefox 3 you can choose from over 5,000 add-ons that help you customize your browsing experience.

Jadi, mau dapatin Firefox terbaru sekaligus jadi bagian dari rekor dunia? Silakan klik si rubah lucu di atas..

h1

Pointer problem, oddly solved…

Mei 3, 2008

Aneh. Bener-bener aneh. Ckckck…

Seminggu terakhir, gua dipusingin sama kode yang lagi gua kerjain buat TA. Dan hari ini, di tengah overdosis kafein dari Kratingdaeng dan Black Forest Coffee-nya Ngopi Doeloe, tanpa sengaja gua berhasil mecahin masalahnya. YEAH!!!!!

Lucunya gua nggak ngerti apa yang sebenarnya terjadi… Jadi buat yang ngerti bahasa C:

Tadinya di awal sebuah fungsi ada deklarasi buat pointer dan integer. Nah, dengan keadaan itu ternyata terjadi segmentation error gara-gara alamat pointernya out of bound. Jadi apa yang gua lakukan? Awalnya buat debugging gua nyoba bikin deklarasi integer lain sebelum deklarasi pointer tadi, yang setelah deklarasi pointer gua isi dengan alamat si pointer tersebut, dan hasilnya errornya nggak keluar. Nah abis itu gua mikir, jangan-jangan kalau deklarasi integer yang udah ada dari awal dipindahin sebelum deklarasi pointernya, efeknya sama? Eh ternyata bener!

OK, segitu aja technobabble-nya, kasihan yang nggak ngerti :-P . Mungkin ada yang bisa memberi pencerahan tentang kasus ini?

Dulu dosen DasPro gua, Pak Doni, a.k.a Pak Widyawardana, emang pernah bilang, dia paling pusing waktu baru belajar pointer. Yah, sekarang gua makin ngerti maksud beliau. Hehehe…

BTW ternyata bikin tugas di NgopDul enak lho! Cobain deh, minumannya nggak mahal-mahal amat, kursinya enak, dan ada internet gratis… :-D

h1

Reinstall Windows tanpa format? Bisa ya?

Maret 1, 2008

Sebagai orang yang (dikira) jago dalam bidang perkomputeran, gua suka diminta tolong benerin komputer teman-teman atau keluarga gua. Bahkan kakung gua aja, waktu dulu masih ada (God rest his soul), suka nelepon buat nanya kalau komputernya rusak.

Hari ini si Inday yang minta tolong sama gua. Katanya kemarin waktu lagi make komputer tiba-tiba mati lampu, terus waktu dinyalain lagi nggak bisa masuk Windows, cuma muncul BSOD terus restart. “Tolong backup datanya dong, biar bisa diinstall ulang Windowsnya!” katanya.

Gua langsung nebak, dia pasti termasuk percaya sama salah kaprah kebanyakan orang. Jadi gua bilang aja, “Reinstall Windows kan nggak harus diformat dulu, repot-repot amat backup segala…” (Walaupun backup data tetap praktek yang dianjurkan pakar-pakar IT di seluruh dunia ya, hehehe. Apalah aku ini :-P )

“Oh ya? Bisa ya?” Tuh kan, betul dugaan gua. Hehehe.

Jadi sebenarnya reinstall Windows tanpa format dulu itu bisa. Dan bukan repair lho, efeknya sama kaya kalau hard disknya diformat dulu, bedanya nggak usah repot-repot backup data kalau susah atau males. Enak kan? Hehe.

Read the rest of this entry ?