Penyelundupan itu bisnis yang menggiurkan. Dengan nggak usah bayar bea import, nyogok petugas Bea Cukai, dll, keuntungan yang bisa didapat penyelundup jauh lebih besar dibanding melalui jalur-jalur legal.
Makanya negara biasanya cukup galak menghadapi kasus penyelundupan. Barang selundupan yang berhasil disita, biasanya juga dimusnahkan. Tapi kayanya kejadian di Filipina yang ditampilin di video ini jauh sangat-sangat berlebihan deh:
WUAAAAAA!!! Akhirnya nggak tahan juga gua.. WUAAA!!! Masa BMW X5 sama Lincoln Navigator digusruk?? Barang-barang keren senilai US$ 700.000 diremukin gitu aja. Huaaaaa… Mendingan buat gua deh, atau paling nggak dilelang kek di luar negeri biar duitnya bisa dipakai buat bantu rakyat miskin. Kaya di Filipina udah nggak ada orang miskin aja… Adanya Leah Dizon
Omong-omong tentang mobil, ternyata ada juga orang bikin Ferrari palsu buat yang mau gaya. Ferrari palsu ini, atau FAUX-rari, juga dipamerin waktu Global Anti-Counterfeit Summit di Brussels, tanggal 10 Maret yang lalu. Nih fotonya…
Hm, tapi gua jadi mikir juga tentang pemusnahan barang ilegal lain kaya gula, beras, sama pakaian bekas. Perlu nggak sih? Kan kalau disumbangin lewat badan amal gitu nggak ngerugiin siapa-siapa. Biasanya juga orang ngasih kan barang-barang yang udah nggak dia pakai buat disumbangin?
Daripada berharap belas kasihan orang-orang yang udah makin pelit, bisa aja deh kayanya disumbangin, toh pedagang yang legal nggak rugi karena yang dapat pakaian gratis juga orang-orang yang nggak bisa beli dari mereka…
Atau ada pendapat lain? Bagi-bagi dong…